Cowards

if only
















He slammed the door shut,
As the tears fell beside his cheeks,
He sat down on the bed,
And kept weeping for her.
For a few moments he choked,
His hands shivered,
His mouth shouted,
His mind drifted,
To the images of her.
When they stood there under the rain,
And they said their heartfelt wish,
To break free from themselves,
and though they both knew,
that it was all a big show,
Not he nor she could take a stand.
They were both cowards,
They were both frightened,
that if they decided otherwise,
They might have to stand there again.
So they said the things they could,
As they hoped silently,
That maybe one of them would disagree.
But no words of console,
Came out from their mouths,
So they walked back to their lives,
Feeling miserable and crippled.
He thought she wanted it,
And she thought he wanted it.
Who would have thought,
that things could've been different,
If only they weren't cowards.

A.J

The Cold Wind

Pic by: DarkJade


















Walking in the dead of night,
The silence is deafening,
Whispers howled and growled,
Making such frightening sound,
Your ears wandered around,
Searching for a glimpse of shadow,
You see everything,
but there was nothing.

Your bones ached,
and your skin burned,
The unseen being, teasing and laughing,
Making fun of your presence,
Pushing you back and forth,
Until you stumbled on your feet.
You hear everything,
but there was nothing.

Iera Stilinski

Kapal Layar

Row, row, row you boat gently down the stream.
















Lantang suaramu menjerit,
Mencari satu ruang suram,
Gema bertaburan dikala engkau diam.
Wajahmu terlihat perit,
Tiada jiwa dapat menangkap,
Walau seribu tahun menatap.
Gelap, sunyi tiada bayang,
Menjadi epitome satu kekesalan,
Yang tidak mungkin dapat tertahan.
Minda ligat mencari dalang,
Tatkala kapal hampir menjunam,
Layar-layar dicarik, laut dalam.
Tercari-cari pasir yang hangat,
Wujud hanya dalam minda yang penat,
Namun akhirnya kau lepaskan,
Segala kekesalan, segala rintihan.

Iera Stilinski

Siapa Kata?

Pic by: beyondimpression





















Siapa kata aku tak peduli?
Kalau engkau ada hati seperti aku,
Mungkin engkau juga akan jatuh.

Siapa kata mindaku kosong?
Teroka ke dalam kotak tinggi,
Kau akan lihat kecelaruan.

Siapa kata jiwaku berubah-ubah?
Tetap juga ia inginkan sesuatu,
Patutkah aku lupakan saja?

Siapa kata aku lemah?
Dalam minda aku menolak gunung,
meredah lautan, menggenggam bintang.

Siapa kata?
Siapa kata?

Iera Stilinski

Memori

Picture by: tayfunes





















Kalau aku pergi, 
memoriku pada siapa?
Kalau aku tiada, 
rindu kepunyaan siapa?
Kalau aku tak wujud, 
adakah mimpi tentangku ada?
Alangkah malang, 
jika aku disingkirkan,
dipadamkan, 
dihapuskan dari memori.
Setiap atom dalam diri 
menggelegak mencari peneman.
Walau hanya untuk sehari.

Iera Stilinski

Ini Bukan Puisi

Normal















Assalamualaikum.

Lama sudah tidak berbicara. Melontar kata-kata konon berseni.
Alasannya sibuk. Cliche bukan?

Tapi alasan tu tak boleh diguna pakai lagi.
Walau sesibuk mana dulu, masa pasti kucuri untuk bermonolog.

Mungkin juga aku dah berkarat. TT
Tapi aku tak mahu gunakan alasan tu atas dasar maruah.

Merepek. Nice.
Kbai.

P/s: Ini bukan puisi.

Amarah

Acta non verba.





















Mulut lantang berbicara,
Hati rentung dijilat bara,
Gempa ditanganmu
satu petanda.

Amarah bebas,
Kesat, kotor, keji!
Engkau lempar kearahnya.
Matanya menyala.
Seperti bilah-bilah tajam.
Mencarik akal dan minda.
Banggakah engkau
Membunuh dia.
Memijak hatinya.
Mengoyak kekuatannya?

Tanpa engkau sedar,
Engkau telah kalah.

Iera Stilinski

Jatuh

Memento Vivere.




















Hari ini engkau jatuh.
Masih dilantai
Setia menunduk
Mengaku kalah.
Jika bisa engkau lari
Ke penjara minda,
jauh kesudut gelap.
Sudah pasti engkau hilang.
Jika bisa aku capai,
Hulur tanganmu.
Pandang mataku.
Sudah pasti aku tenang.
Hari ini aku jatuh.
Masih berdiri
Setia menunggu
Engkau kembali melawan.
A.J

Cermin

Memento Mori.
















Cermin.
Apa yang kau lihat?
Merah? Biru?
Atau hitam?
Mungkin kosong tiada warna.
Engkau butakah?
Mana akal diberi Yang Esa?
Lihat jauh kawan.
Dua jalan terbentang.
Satu sia-sia.
Satu kepada-Nya.
Mana yang engkau pilih?
A.J

Persona Non Grata.

Vivere.
















Kau.
Tidak mungkin fahami.
tiga, empat, lima dasawarsa?
Ambil saja banyak mana.
Tidak mungkin.
Aku.
Persona non grata.
Tidak wujud di mana-mana.
Di realiti aku sepi.
Dalam mimpi aku mati.
Kau. Aku.
Tak sama.
A.J

Hujan

Sam.




















Langit gelap.
Mungkin bakal hujan.
Sesaat, dua saat...
dan seterusnya.
Guruh menjerit,
rakus.

Kuyup.
Sejuk menggigit,

Air mata penyesalan,
dan angin amarah.
Menjadi satu.

A.J

All I Want Was to Fall Back Down to Sleep

I lay down with a broken heart in my bed for it could not take the truth it so dread my eyes w e re wide open but truly I am blind, and now ...